Voir La Vie En Rose (à Paris) [Part 1]

30 Jun

Image

“Quand il me prend dans ses bras
Il me parle tout bas
Je vois la vie en rose

Il me dit des mots d’amour
Des mots de tous les jours
Et ça me fait quelque chose…”

(Edith Piaf – La vie En Rose)

Paris! Abis baca buku “Cinderella In Paris” karangan Mbak Sari Musdar, jadi kepikiran buat nulis trip gue di Paris. Yes! I’ve been to Paris! Not the first time to France sih actually karena gue pernah menyusuri daerah Côte d’Azur di Perancis selatan sebelumnya. Kapan ya? Hmmm…Udah lama lah pokoknya! Waktu jaman-jamannya gue masih muda dulu dan dapet beasiswa pertukaran pelajar. I was so lucky back then! Hehehehe….

Winter in Paris

Gue kembali lagi ke Paris musim dingin, akhir tahun 2012 kemarin, pas natal. Sedingin apa Paris waktu musim dingin? Hmmm…Cukup dingin buat gue yang abis dimanjain sama matahari musim dingin di Spanyol. So, yeah, Paris in the winter is cold! Suhunya 5 sampai 7 derajat, tapi ngga turun salju. Suasananya gloomy dan berawan. Kesannya kaya Jakarta yang mendung tapi ngga turun hujan.

Cuaca musim dingin Paris ini cocok banget buat hobi nongkrong di kafe, mesen segelas kopi panas, apple pie dan baca buku sambil ngeliatin Les Parisien (penduduk kota Paris). Jangan lupa juga pake winter coat, syal dan selalu sedia payung. Musim dingin di Paris kadang hujan juga.

Romantiskah Paris seperti yang digambarin di film-film komedi romantis Hollywood atau novel -novel chicklit? Paris adalah kota yang cantik. Jalan-jalannya teratur dan Sungai Seine yang ngebelah kotanya jadi dua sisi juga angin dingin yang berhembus seharusnya jadi elemen yang bikin Paris jadi kota romantis asal ngga banyak turis.

Waktu menjelang natal dan tahun baru, kota Paris juga “menghiasi diri” dengan ornamen-ornamen natal apalagi di daerah pusat perbelanjaannya. Di Galeries Lafayette contohnya, boneka beruang yang digerakkan mesin bisa joget sambil bawa tas Louis Vuitton! Hehehe, bayangin deh! Boneka beruang bawa tas Louis Vuitton! Di daerah pusat shopping termahal di Paris, Avenue des Champs-Élysées, suasana natal juga terlihat di butik-butik terkenal. Gue cuma berani liat dari luar sih dan ngga berani masuk soalnya sadar kantong.

Selain ornamen natal, toko-toko dan pusat perbelanjaan di Paris juga dipenuhi oleh orang-orang yang ingin membeli hadiah natal. Toko-toko ini juga menyediakan jasa “bungkus kado” dengan gratis loh! Pasar malam natal juga digelar di Paris menjelang natal. Di pasar malam ini banyak yang jual permen dan coklat kiloan, pernak-pernik natal, tiram laut, kebab, sabun aneka warna dari daerah Marseille, aneka kerajinan tangan sampai rajutan dan lain-lain.

Le Vin Chaud et Des Marrons Chauds

Di musim dingin ini banyak penjual minuman khas Perancis di sepanjang jalan dan kafe-kafe, namanya “vin chaud” atau wine panas. Hah?! Wine panas? Iya Wine Panas! Vin chaud ini wine merah (manis) yang dimasak dengan kayu manis, cengkeh dan sedikit bumbu rempah-rempah. Minuman ini cuma ada waktu musim dingin aja.

Image

Enak? Iya banget! Apalagi minuman ini diminum setelah abis jalan-jalan di cuaca musim dingin. Lumayan buat bikin anget perut dan tenggorokan. Minuman anget ini harganya sekitar EUR 3 segelas.

Selain vin chaud, makanan khas yang dijual waktu musim dingin adalah “marons chauds” atau chestnut bakar. Kacang kastanye ini banyak dijual di jalan-jalan, penjualnya biasanya menawarkan dagangannya dengan suara lantang “Marrons!  Chauds, chauds les mar-r-rons!” . Rasa chestnut bakar ini manis,empuk dan panas. Enak banget dimakan sambil jalan waktu musim dingin.

chmain

La Tour Eiffel 

Image

Nah! Cuaca mendung kaya gini terus-terusan jadi penampakan kota Paris sepanjang musim dingin. Sampai Menara Eiffel (orang Perancis bilangnya “La Tour Eiffel”) terlihat “biasa” banget. Memang Menara Eiffel itu “biasa” sih dan gue yakin pasti banyak yang protes setelah baca pernyataan gue barusan! Hehehehe. Sebagai icon kota Paris, menurut gue Menara Eiffel cuma layak difoto dari jarak yang lumayan jauh. Kalau dideketin Menara Eiffel itu cuma kaya rangka besi yang disusun rapi, serius! Tapi kalau malem, kelap-kelip lampu pijar di badan Menara Eiffel ini bisa jadi atraksi tersendiri. Bagus banget kalau malem!

Ngomongin Menara Eiffel, banyak banget orang-orang yang ngantri naik tangga atau lift di menara ini tujuannya sih supaya bisa lihat kota Paris dari ketinggian. Tapi untuk bisa naik menara ini, wisatawan kudu bayar EUR 14,5 loh! Wah! Ngga deh! So, gue ngga spend waktu terlalu lama di Eiffel dan milih untuk jalan-jalan di kota Paris.

Da Vinci Code in Louvre

Sebagai seorang cacing buku, tentunya bukunya Dan Brown yang judulnya Da Vinci Code ngga gue lewatin. Apalagi buku ini sangat kontroversial dan menarik.  Salah satu kunci cerita buku Da Vinci Code adalah Louvre, museum yang letaknya di Palais du Louvre, istana kerajaan Perancis jaman dinasti Bourbon dan Napoleon. Piramida Louvre sebagai icon museum ini tepat berada di deket pintu masuk istana. Keberadaan piramida kaca yang selesai dibangun tahun 1993 ini menurut gue sangat “menggangu” keagungan istana.

IMG_1404

Surprisingly, di musim dingin antrian masuk ke museum ini ngga panjang. Tapi apakah gue masuk kedalamnya? Nope! Gue ngga masuk! Gue lebih memilih jalan ke wilayah Montmartre daripada ngabisin waktu seharian di Louvre yang ngga bisa kalau cuma sehari saking banyaknya. So, I’ll save my Louvre visit for the next trip for sure!

Nah! Berhubung Paris itu banyak objek dan landmark yang perlu dikunjungin, gue bagi post gue jadi 2 bagian ya. Tunggu bagian berikutnya ya🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: