Bella Venezia (Beautiful Venezia)

31 Mar

*** Beware of Pictures Galores ***

Image

Ch’e Bella Citta’

A beautiful city indeed regardless how many times you’ve been at. Ini kali yang kesekian gue ke Venezia, karena semasa jaman masih sekolah dulu (dan tinggal di Cremona tentunya) gue udah pernah kesini. Tapi, kota ini masih indah dan tetep cantik. Ngga peduli kalian udah berkali-kali ke kota ini, tapi kota ini selalu bikin kalian amazed, begitu juga dengan gue.

Hari itu Milano bersalju dan salju terus turun dari malem sebelumnya sampai gue, Kay dan Kak LV berangkat ke Venezia salju juga masih turun. Kita naik kereta api dari stasiun Milano Centrale pagi-pagi jam 10 dan 4 jam kemudian kita sampai di Venezia. Keretanya sedikit delay, soalnya salju turun lumayan banyak. Bisa dibayangin kan dinginnya gimana….brrrr…..

Bolak-balik kita liat iPhone/iPad apps buat tahu cuaca di Venezia (a/n: yes, we are flashpacker, we know it! Hehehehe!), ngga ketinggalan juga buka website prakiraan cuaca di Venezia. Dan ternyata di Venezia hari itu diramalkan hujan. Fuiiiih….untung ngga ikut-ikutan turun salju kaya di Milano yang tebelnya udah 20-30cm. Setelah 4 jam perjalanan dari Milano, which was most of all kita lihat pemandangannya putih semua (dari kereta api) karena turun salju, sampailah kita di stasiun Santa Lucia di Venezia. Setelah ngecek kereta terakhir ke Milano jam berapa (jam 7 malam), kita pun memutuskan buat jalan. Hujan rintik-rintik di Venezia dan…brrrrrr……Angin laut+hujan rintik-rintik. What a good combination of coldness! Suhu hari itu  0 derajat celcius, lumayan “lebih hangat” dari Milano yang bersalju di -3 derajat celcius.

The City and The Water

Kota ini  beneran ada diatas air dan dibangun dari tahun 500 A.D. Amazing emang! Ngga tenggelam yah ini kota? Ini selalu jadi pertanyaan gue dari dulu sampai sekarang. Semua kegiatan lalu lintas ada di atas air. Ada bus air, kapal motor, gondola dan jalan besarnya pun, Canal Grande, itu air.

Kita bertiga memutuskan jalan dari Stasiun Santa Lucia sampai pusat kota (Piazza San Marco), demi ke-ekonomisan dan tentunya demi lihat kiri kanan.  Di Venezia, ngga terlalu susah untuk cari objek-objek landmark kotanya, papan petunjuknya jelas.  Lucunya, nama jalan dan petunjuk arah semua di tulis di tembok ya, bukan dalam bentuk papan.

Ini beberapa gambar yang sempet gue ambil pas jalan dari Stasiun kereta Santa Lucia ke Piazza San Marco.

Image
(di depan stasiun kereta Santa Lucia, kendaraannya semua pake perahu)

Image
(jalanan di dekat stasiun kereta Santa Lucia)

Image
(katedral Santa Lucia, santa pelindung kota Venezia)

Image
(salah satu jalan di Venezia)

Magical and magnificent ya Venezia itu. Persis seperti yang selalu di tampilkan di liputan-liputan traveling Lonely Planet atau National Geographic, kota ini memang menyihir siapapun yang melihatnya.

La Piazza San Marco

IMG_1811

Piazza San Marco adalah pusat kota Venezia. Kalau jalan dari stasiun Santa Lucia ke tempat ini, jujur memang cukup jauh. Bisa 1 jam dibandingkan dengan 15-20 menit perjalanan kalau menggunakan bus air. Tapi pemandangan selama perjalanan ngga ada yang bisa menandingi. Jadi gue saranin sih jalan ya.

Menurut Napoleon Bonaparte,Piazza San Marco adalah “ruang gambar” terbaik di Eropa karena kesimetrisannya. Hmmm…mau dicoba? coba berdiri di tengah-tengah Piazza ini dan bentuk jari kalian seperti mau “membingkai” sesuatu. Kalian akan liat kesimetrisan Piazza ini dari berbagai sudut.

Di Piazza San Marco, ada juga Basilika San Marco. Sebuah karya seni agung jaman renaissance dan mempunyai arsitektur seperti pada jaman byzantium.

IMG_1812

Untuk masuk ke basilika ini dipungut biaya sekitar EUR 1,50 tapi berhubung hari sudah sore (jam 17.30) dan langit sudah mulai gelap, kita ngga jadi masuk ke dalam Basilika ini.

Canal Grande & Gondola

IMG_1845

Canal Grande adalah jalan utama di Venezia tempat banyak  stasiun pemberhentian bus air dan tempat taksi air mangkal. Karena kota ini hampir semuanya terdiri dari air, jalan utamanya pun air. Canal Grande juga menghubungkan pulau-pulau kecil di Venezia dengan pulau utama.

Sore itu, matahari terbenam pukul 17.00 dan hanya kerlap kerlip lampu menghiasi Canal Grande. Banyak gondola yang “parkir” di tepi kanal ini karena matahari sudah terbenam.

IMG_1835
(gondola yang “parkir”)

IMG_1837
(Canal Grande setelah matahari terbenam)

Naik Gondola itu cukup mahal loh! Apalagi kalau mas-mas pendayungnya “serenading”. Biaya yang harus dikeluarkan kira-kira EUR 100 – 110.

Ponte dei Sospiri (Bridge of Sighs)

IMG_1842

Dinamakan Ponte dei Sospiri (Bridge of Sighs) oleh penulis puisi abad 19 asal Inggris, Lord Byron. Ponte dei Sospiri terletak ngga jauh dari Canal Grande.  Kalau kalian lihat, bangunan sebelahnya yang banyak jendela-jendela kecil itu, pada jaman pertengahan adalah penjara.

Kenapa dinamakan Ponte dei Sospiri (jembatan keluhan)? Karena pada jaman abad pertengahan para tahanan yang hendak dibawa ke penjara selalu melewati bawah jembatan (naik perahu tentunya) dan selalu terdengar keluhan. Kenapa? Karena penjara pada abad pertengahan terkenal kejam….Hiiiiy!!

Tapi menurut orang Italia, sekarang ini mitos yang ada soal jembatan ini bukan yang seram tetapi mitos romantis. Katanya kalau ada pasangan yang lewat di bawah jembatan ini dan berciuman, cinta mereka akan awet. Hehehehe…Percaya ngga percaya sih, tapi gara-gara mitos ini banyak pasangan naik gondola dan berciuman di bawahnya.

Venezia memang kota yang romantis ya?!

Akhirnya setelah 4 jam lebih kita di Venezia, kita harus pulang ke Milano. Kita ngga nginep di Venezia soalnya harga hotel per malamnya di Venezia cukup mahal. Mungkin karena Venezia itu kota Turis ya.

Sayangnya kita sampai di Venezia juga sudah cukup sore (jam makan siang) jadinya ngga semua objek ke-cover. Foto-fotonya juga belum puas, jadi saran gue kalau jalan ke Venezia dan ngga nginep harus lebih pagi.

Berhubung kota Turis, Venezia juga terkenal “sedikit mahal” dari kota-kota lain di Italia. Bahkan mama dan papa angkat gue bilang, “Venezia e’ bella pero e’ cara” (Venezia itu cantik tapi mahal).

== Foto-foto unik yang lain ==

Makanan khas Venezia

IMG_1753

IMG_1786

Foto ini diambil dari etalase toko kue di Venezia. Lucu ya?!

Topeng Venezia

IMG_1751

Topeng khas Venezia ini digunakan pada saat Carnevale di Venezia (karnaval Venezia). Karnaval ini diadakan sebelum paskah dan orang-orang yang ikut karnaval ini semua memakai topeng dan kostum jaman abad pertengahan. Biasanya saat karnaval, banyak banget turis-turis yang datang karena unik banget kostum dan topeng-topeng yang dikenakan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: