Finally I Found Barcelona’s Charm [Part 1]

13 Jan

Barcelona is…

There are so many words to describe this city which I’m not sure from where should I start. It’s a different city (from 10 years ago) with many mixed feeling in it. I almost didn’t recognize it. 

Mungkin banyak yang tau Barcelona dari lagunya om Fariz RM, “Barcelona” (even though his Spanish is all wrong, seriously). Di tahun 80-an (yg gue denger dari koleksi lagu-lagunya bokap gue), lagu yang ngetop banget sampai sekarang ini cerita soal Barcelona dan digambarin Barcelona itu indah banget. Yes indeed! It’s beautiful! Tapi..

IMG_2149

(Casa Milà/La Pedrera di area Passeig de Gràcia, Barcelona)

Benvinguts A Barcelona

“Benvinguts A Barcelona”, kalimat bahasa Katalan ini artinya “Selamat datang di Barcelona”. Katalan? Bukankan Barcelona itu Spanyol? Yes! Bener! Barcelona itu di Spanyol tapi mereka ngga pake bahasa Spanyol sebagai bahasa official mereka. Bahasa Spanyol cuma jadi bahasa kedua dan bahasa Katalan menjadi bahasa wajib di Barcelona.

Pertama kali datang ke Barcelona (lagi, setelah sekian lama), sempet heran juga sekarang dimana-mana udah pake bahasa Katalan, termasuk komunikasi sehari-hari. Kaya ada di wilayah lain, bukan Spanyol. Tapi jangan khawatir, orang-orang Barcelona ini masih komunikasi juga pake bahasa Spanyol dan sedikit bahasa Inggris.

Begitu masuk kota, hal pertama yang gue notice is, kotanya sepi banget! Orang-orang yang ada di jalan cuma orang-orang tua. Kemana anak-anak mudanya? Kemana turis-turisnya? Emang sih, waktu gue nyampe Barcelona masih jam 3 sore, tapi masak kota segede Barcelona sepi jam segitu? Matahari cerah banget loh hari itu, tapi kotanya sepi…

Gue dateng ke Barcelona dengan ekspektasi tinggi, setelah abis foya-foya riang gembira di Madrid. Gue expect gue bisa dapet yang sama di Barcelona. But It was all wrongLesson to learn: “Every city has its own charm, do not compare”.

Be Careful Is Not Just A Words

Gue, Kay dan Kak LV berangkat ke Barcelona naik bus dari Madrid. Perjalanannya makan waktu 6-7 jam. Kenapa naik bus, ngga naik kereta cepet aja? Pertama karena harga bus sekitar EUR 30 dan kereta RENFE sekitar EUR 70. Berhubung kita rombongan budget traveling, akhirnya kita mutusin naik bus ke Barcelona dari stasiun bus Mendez Alvaro, Madrid. Tujuan akhir is stasiun bus Barcelona Nord.

Dari semua buku traveling + program TV National Geographic selalu bilang kalo semua traveler harus hati-hati di Barcelona karena banyak scam artist a.k.a copet. Nah! Kalo uang yang di copet masih bisa pake credit card, tapi kalo paspor?! Bisa nangis di jalan deh, ngga bisa pulang! And yes, kita udah buktiin itu. Baru turun dari stasiun bus, kita udah diikutin sama 2 orang yang “ngaku” mau nganterin ke stasiun metro terdekat. Kita beli tiket metro, 2 orang itu  ngiterin kita, tapi untungnya kita udah taro uang kecil di dompet bagian luar jadi ngga buka-buka dompet. Naik metro ke stasiun Espanya, kita diikutin sampai naik ke metro-nya. Sempet takut juga tapi tetep tenang. Baru 1 stasiun metro, kita bertiga akhirnya sepakat turun sambil liat reaksi 2 orang itu ikutan turun apa ngga. Dan ternyata…..Mereka ikutan turun juga loh!! Akhirnya yang terjadi is, begitu liat 2 orang itu ikutan turun, kita langsung naik lagi ke atas metro and leave those 2 people yang ngeliat kita dengan rada-rada ngamuk plus kaget karena kayanya ngga ngira kalo kita naik ke metro lagi kali ya.

Fhuiiih….. 1st challenge, passed! Bertiga, kita senyum-senyum sendiri diatas metro sambil bawa koper. Turun di stasiun Espanya, kita dihadapin sama peta hotel yang ngebingungin.Di website hotelnya ditulis jalan 15 menit dari stasiun metro Espanya, tapi ternyata kita ngga nemu. Untung ada polisi yang bisa ditanyain even though bahasanya udah mixed antara bahasa Katalan dan Spanyol, ngga papa lah, yang penting dia ngasi tau. Nah! baru jalan sekitar 5 menit, eeeeeh…..ada segerombolan cowo-cowo yang nekat buka tas ransel!! Oh my God!! Tas ransel kita isinya ngga ada apa-apa sih, cuma kagetnya itu loh! Gerombolan pencopet itu beneran mau nyopet barang-barang kita! What has been told in every traveling books is true! Untungnya, salah satu dari kita ada yang aware dan teriak. Gerombolan itu kaget karena kita aware dan langsung ngacir. Oh my God!! Untung kita aware! Coba kalo ngga, ngga tau deh bakal gimana.

Kerasa banget loh sedih dan takutnya. Soalnya, kita ngga di negara sendiri dan kita beneran ngga tau akan ada apa setelah ini. Setelah kejadian itu, akhirnya kita putusin naik taksi ke hotel biar rada mahal (soalnya setiap tas yg dibawa diitung suplemen dan kena EUR 1). Sampai di hotel, check-in, kita ngatur napas dan galau…huhuhuhuh….

Lokasi hotel kita ada di daerah Montjuic, di pinggir jalan besar, Gran Via. Montjuic is okay, tapi sepi orang. Hari itu hari Selasa dan orang-orangnya ngga keliatan sama sekali. Cuma sedikit yang lewat di jalanan, beda sama Madrid. Plus ya….dari pertama kali dateng dan masuk kota, terus naik metro dari stasiun bus, gue ngga liat tuh manusia-manusia ganteng macem Gerard Piqué. Orang-orangnya biasa dan surprisingly ngga fashionable. Mereka banyak pake baju warna gelap, which is gue heran, kota tetangga sebelah (baca: Madrid) kok kesannya 180 derajat bedanya.

Oh well, our 1st day in Barcelona was shocking and we decided to stay in the hotel that night after dinner and me I questioned to myself, should I go back to Madrid instead?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: