Madrid…Is Where I Left My Heart [Last Part/Part 3]

6 Jan

Akhirnya, petualangan gue di Madrid udah nyampe ke part 3 atau part akhir. Gue di Madrid emang cuma 4 hari aja, tapi 4 hari itu bener-bener banyak momen yang ngga mungkin gue lupa. Bagian terakhir ini bakal nyeritain makanan, shopping, museum dan landmark Madrid yang terkenal, Plaza de Cibeles.

Museo Del Prado

Image

Malam terakhir di Madrid gue,Kay dan Kak LV mutusin untuk jalan ke Museo Del Prado (Museum Prado). Dari tempat gue, gue naik metro sampai stasiun Sol terus ganti metro L-2 (Línea 2) ke arah Banco de España. Dari situ, kita harus jalan kira-kira 10 menit. Sempet bingung juga kemana kita harus jalan, untung ada ibu-ibu baik yang ngasih tahu arah. Muchas gracias,Señora!

Museo Del Prado (Museum Prado) merupakan salah satu museum terbaik di Eropa setelah Louvre (Paris) dan Galleria Degli Uffizi (Florence/Firenze). Karya seni yang dipamerin disini kebanyakan lukisan fine-art abad pertengahan. Lukisan pelukis Francisco Goya, Raphael, Rembrandt, Hieronymus Bosch, Tiziano Vecellio, Diego Velázquez, José de Ribera dan lain-lain dipamerkan disini.

Oh iya, untuk masuk ke museum ini ada entry fee EUR 10. Sedikit mahal ya, tapi jangan khawatir, ada free entry-nya. Kalau kita masuk dari jam 5 – 8 malem (hari Senin – Sabtu), museum ini gratis! Tiga jam lumayan banget buat liat semua yang ada dalam museum ini, soalnya museum ini luas banget!

Buat yang suka lukisan abad pertengahan,wajib banget ke museum ini. Lukisan abad pertengahan itu kebanyakan diambil dari bible ya teman-teman, jadi semua cerita bible bakal kalian liat melalui lukisan-lukisan pelukis terkenal itu.

Salah satu lukisan yang gue suka dan dipamerin di Museo Del Prado adalah “The Garden of Earthly Delights” yang dilukis oleh Hieronymus Bosch (pelukis Belanda} tahun 1500-an.

Image

Ceritanya soal apa lukisan ini? Bagi yang penasaran, bisa klik link ini.

Image

Plaza de Cibeles

Plaza de Cibeles letaknya di deket Museo Del Prado (Museum Prado), lebih tepatnya di perempatan yang menghubungkan distrik Centro,Retiro dan Salamanca. Setelah jalan sekitar 10 menit dari Paseo del Prado akhirnya nyampe juga kita di Cibeles. Nama Cibeles sendiri diambil dari nama dewi Yunani, Cybele/Ceres” (dewi kesuburan). Di Plaza de Cibeles ini, ada patung Cybele lagi narik kereta dengan dua singa dan patung ini dibuat tahun 1700-an.

Konon katanya, Plaza de Cibeles ini tempat dimana pendukung Real Madrid dan tim Real Madrid ngerayain kemenangan mereka di Liga Spanyol, Piala Champion dan Piala Copa Del Rey. Di Cibeles ini juga katanya tim sepakbola nasional Spanyol ngerayain kemenangan mereka di Piala Eropa 2012 kemarin. Wah! Bisa dibayangin jalanan di Plaza de Cibeles pasti jadi lautan manusia! Hehehehehehe….

Bicara soal Madrid, jangan lupa juga bicara soal Tapas dan Churros.  Ke Spanyol tanpa makan Tapas is like, ke Yogyakarta tapi ngga makan gudeg atau ke Bandung ngga makan batagor (hehehehe). Dan di Madrid ini, tapas-nya emang terkenal banget! Bahkan ya, ada tour yang khusus buat tapas-hoping, namanya “Ir de Tapas”.

Tapas

Menurut sejarah yang diceritain sama tour guide gue, Mas Eduardo pas free walking tour, Tapas itu punya sejarah yang panjang. Dari jaman abad ke 11 -12 masehi, bangsa Spanyol emang terkenal suka minum dan makan. Raja Spanyol waktu itu, Raja Alfonso XII, suka makan snack porsi kecil sama minum wine. Nah! itulah yang jadi asal muasal tapas! Makanan porsi kecil dan wine disajikan dan disantap disela-sela jam makan utama.

Sekarang tapas dijual di Tapas Bar. Menu tapas ada Patatas bravas, tortilla, chorizo, calamares dan lain-lain. Bisa diklik di sini untuk menu-menu yang lain. Oh iya, cara makan tapas itu pake tusuk gigi (ngga ada sendok/garpu) dan tapas itu dimakan rame-rame loh! Jadi Bar-bar tapas itu biasanya ngga nyediain kursi, terus orang-orang makan tapas sambil berdiri, minum dan ngobrol. Tapas is becoming a Spanish Culture too. Orang-orang Spanyol pada dasarnya suka ngobrol dan ngumpul sama temen.  So, bar-bar tapas jadi salah satu tempat ngumpul dan nongkrong juga.

Salah satu tapas bar yang terkenal di Madrid is “Sidreria El Tigre”. Letak tapas bar ini deket banget sama Gran Via, shopping avenue terbesar di Madrid.

tigre1_gallery2

Tapas bar ini selalu rame pengunjung. Kalau kesini kudu liat jam. Jam-jam sepi mereka itu ada disekitar jam 2 – 4 sore. Setelah itu, ngga tau deh, pasti full banget! Harga tapas-nya bervariasi. Dari EUR 1 (1 gelas bir + 1 tapas) sampai EUR 6. Pada umumnya cara mesen tapas is, begitu masuk kita pesen sama pegawainya jumlah minuman (bisa bir dingin, mojito,aqua atau sangria) dan berbagai variasi tapas-pun keluar beserta minumannya. Sangria itu wine merah dingin dicampur fruit punch . Enak banget deh! Rekomendasi gue sih, pesen sangria-nya ya di bar ini!

4178864863_c4ceacc299

filename-img-0161-jpg

Ini sangria-nya (red wine + fruit punch)

Spanish-Sangria-My-Recipes-114988.card

Hmmm… me gustaria!!

Selesai makan tapas, kalau perut masih bisa muat makanan mumpung masih di daerah Gran Via, jangan lupa mampir ke “Chocolatería San Ginés”.

Chocolatería San Ginés

Ini cafe tertua di Madrid dan berdiri dari tahun 1894 sampai sekarang. Letaknya deket sama Puerta Del Sol dan Gran Via. Cafe ini jual churros dan coklat! Coklat-nya sih enak banget ya. Ngga terlalu manis dan ngga terlalu cair.

220px-Chocolatería_-San_Gines--Madrid-2009

Di post sebelumnya gue udah cerita soal churros kan ya? Ini churros + coklat cafe ini.

220px-Chocolate_con_churros_-_San_Ginés_-_Madrid

Berapa harga churros+coklat-nya? Sekitar EUR 4 untuk 10 churros+1 cangkir cokelat panas. It’s soo yuuumyyy……my oh my!

Ngomong soal makanan udah, sekarang saatnya buat jalan-jalan shopping (ato window shopping) di Gran Vía.

Gran Vía

Gran Vía itu shopping avenue terbesar di Madrid. Letaknya di deket Plaza de Cibeles juga. Bangunan di daerah ini umumnya berasal dari abad ke 18-19, cantik banget!

Granvia (1)

Semua toko outlet merk terkenal ada disini ya. You name it! Dan konon katanya ya, kalau beruntung, kita bisa ketemu selebritis Spanyol disini, hihihihihi….

Tips belanja di Madrid/Spanyol:

– Kalau pake credit card, paspor kadang diminta. Kalau paspor ngga diminta, pin diminta waktu transaksi.

– Belanjalah barang-barang produk lokal kaya: Mango,Zara,Stradivarius,Bershka, karena harganya jauh lebih murah dari Jakarta. Contohnya ya, harga sepasang sepatu boots merk Zara di Madrid cuma EUR 37. Di outlet Jakarta, barang yang sama harganya IDR 1,299,000.

Madrid is a beautiful city. It gave me a lot of good memories. The people are super nice; warm,helpful and friendly (even though you should be careful when crossing the street as there are many bad drivers there), the temperature is nice too even though it’s winter (11-13 degrees at noon and 5-6 degrees at night), the foods are cheap and very delicious indeed, the metro is awesome, the clean environment and you can never forget the buildings as they are superb! 

I left my heart in Madrid forever. I found “home” there and yes, definitely I will be coming back. Ahi me voy otra vez y ahi te dejo Madrid!

“Nos fuimos a Madrid  y sin remordimientos. Como un deseo infantil,búscame una pensión para comernos a besos…” (El Barrio)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: