Collecting my jar of hearts, tearing love apart

8 Jun

“Who do you think you are? Running around leaving scar. Collecting my jar of hearts, tearing love apart”

Bukan, ini bukan liputan konser Christina Perri yang gue tonton tanggal 5 Juni 2012 kemarin. Ini juga bukan fangirl-ing post soal Christina Perri, ini cuma post soal musik.

Ngomong-ngomong soal musik, konser Christina Perri kemarin itu konser artis musik barat pertama yang gue tonton setelah gue lepas dari fandom musik Korea, atau yang orang kenal sebagai K-POP. Ya, Kpop lagi booming banget di Indonesia sampai semua orang tahu siapa saja anggota boyband Super Junior. Oh well, perlu gue garis bawahi kalau gue butuh waktu setahun lebih ngapalin muka sama nama-nama anggota boyband kesebelasan,eh ketigabelasan Super Junior itu.

Selama kurang lebih 10 tahunan gue tenggelam di dalam fandom musik K-pop, dimulai dari jaman Shinhwa, Fly To The Sky, TVXQ sampai jaman grup-grup baru seangkatan Super Junior kaya 2PM, 2AM, Big Bang,dll. Fandom K-pop memaksa gue untuk belajar Korea (dasarnya suka bahasa juga, jadi ya penasaran), menceburkan diri dalam dunia netizen, masuk ke berbagai forum (sempet jadi moderator-nya juga), nulis fanfiction panjang lebar dan berlembar-lembar, dan yang paling utama is: ikut serta partisipasi dalam setiap drama fandom termasuk fanwar (perang antar fans grup A ke grup B,C atau lainnya).

Childish? iya …Ngga dewasa? iya…Buang-buang waktu?eeemmm….iya dan tidak.

Well, at least gue belajar Bahasa Korea dengan baik dan benar and most of all is…..gue banyak ketemu temen-temen baru di fandom K-pop yang akhirnya jadi lebih dari sekedar sahabat. That’s the most valuable and precious things above all.

Gue ga nyesel udah berkecimpung 10 tahun (mulai dari jaman gue belia) di dunia K-pop. Tapi yang gue sesali is, gue terlalu suka sama itu genre sampai gue lupa arti musik itu sendiri. Music is an universal language and it’s an art.Music isn’t supposed to belong to certain people/ethnic or group, music is a work of art for everyone.

Sekarang, gue masih kadang-kadang dengerin K-pop tapi udah ngga kaya dulu. Gue berusaha untuk melihat dan mendengar musik dari sisi seorang penikmat musik, bukan fangirl di sebuah fandom. Gue juga mulai ninggalin semua CD K-pop gue di dalam kotak sama semua peralatan perang fandom gue kaya lightstick,balon,poster,dll.

I’m trying to grow up and move on..

Mungkin kalian anggap gue terlalu childish dan tidak dewasa, but hey! I’m trying my best to grow up here. And suddenly semua kata-kata temen gue terngiang-ngiang di kuping,“jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: